Friday, July 3, 2009

I'll Always Remember! July 03 2009~ Freakin' Nightmare~


Memang kagak pernah gwe bayangin sebelumnya kalau hari yang indah, cuaca yang cerah, suasana hati yang lagi mood buat jalan jalan ternyata memberikan suatu pengalaman yang sangat mengerikan dan bener bener bikin gwe trauma dibuatnya. Sekitar jam 4.30 sore di sebelah barat stasiun kereta Lempuyangan Jogja gerbang perlintasan tertutup sewaktu mobil gwe sampai di persimpangan sebelah selatan. Posisi mobil sich dibelakang pickup dan di depan pickup ada sekitar 8 motor. Setelah kereta lewat dari arah barat selesai melintas, kemudian penjaga membuka gerbang perlintasan bagian utara, dan tanpa disadari dari arah timur kereta penumpang melintas tepat setelah 5 detik gerbang dibuka. Entah setan mana yang melakukan, yang jelas malaikat maut ternyata sudah siap untuk mencabut nyawa pengendara sepeda motor yang seolah olah terhipnotis untuk melintas begitu gerbang dibuka.
Seperti adegan stunt film film hollywood, pengendara pertama tertabrak bagian belakang motornya karena beliaunya melintas terlebih dahulu dan tersambar, sedang yang kedua dan ketiga ironis dan naas, tepat berada ditengah tengah dan terseret kereta maut itu. Sungguh ironi sekali, tanpa terdengar suara tanda peringatan dari kereta (alarm/klakson), ternyata kereta itu langsung lewat tepat di bagian railway sebelah utara dan pada jarak yang lumayan dekat dengan para pengendara sepeda motor dibelakang gerbang perlintasan. Sempet terlintas untuk telpon emergency line, spontan gwe dial 911, tapi ga sambung, bahkan temen temen juga kagak tahu emergency line nya negeri ini.
Secara logika, kasat mata, jelas jelas terlihat, pastinya penjaga gerbang perlintasanlah yang salah. 100 persen kejadian ini merupakan human error alias bego alias goblog alias teledor atau apalah istilahnya. Kalaupun mengelak bisa dipastikan bagian pengatur lalu lintas kereta yang error, bener bener nyawa sepertinya tidak berharga. Bayangin aja, kalau yang jadi korban saudara kita, pastinya tinggal di dor aja petugas jaganya, nyawa dibayar nyawa dong! Okay lah ngomongin soal gaji yang kecil buat petugas jaga perlintasan kereta api dengan tanggung jawab yang sangat besar karena nyawa orang taruhannya. Tapi kalau cuman itu alasannya, gak berarti dia kerja seenak udelnya dunx, kalau emang gak mau ngerjain kerjaannya dengan baik meski gajinya kecil, kenapa mau dipekerjakan. Sangat ironi lagi saat kejadian itu benar benar terjadi di perlintasan kereta api yang ada petugas jaganya. Kalau perlintasan liar sich, mungkin wajar karena kereta itu gak kayak mobil (cepet ngeremnya, dan langsung berhenti) dan kadang juga orang gak nyadar pas lewat perlintasan kereta gak nengok kiri kanan atau lagi kesambet setan budeg hingga gak kedengeran kalau kereta dah pencet klakson atau orang sekitar tereak tereak ada kreta mau lewat.
Kalau gwe lihat disini yang paling salah adalah pemerintah, negara, pemerintah daerah, dan semua instansi pemerintah yang bernafas di Indonesia. Alasannya jelas, jalur kereta ya cuman boleh dilintasi kereta saja. Jaman dulu sewaktu Belanda bikin jalur rel kereta api kan selalu jauh dari kawasan pemukiman penduduk atau kota, tapi perkembangannya justru sekarang banyak sekali jalan raya yang harus melintasi jalur kereta api, bahkan tidak dibatasi atau tidak diberikan jalur alternatif. Di San Fransisco, kereta api service atau disebut subway/kereta bawah tanah, railway nya ada dibawah tanah yang menghubungkan seluruh kota atau district, sedang untuk trans-national railwaynya ada di permukaan dengan pembatasan perlintasan yang dilewati kendaraan umum. Makanya jarang kejadian ada kecelakaan kereta api dengan manusia atau kendaraan umum. Hanya saja beberapa waktu lalu di Washington terjadi kecelakaan antar kereta api yang jelas disebabkan oleh traffic control officer sebagai kelalaian atau human error, dengan kepastian hukuman yang sangat berat bagi petugas tersebut.
Mudah mudahan aja para keluarga korban diberi ketabahan, kesabaran, dan keimanan untuk menerima takdir illahi yang sudah digariskan oleh Sang Khalik. Hendaknya ini merupakan pelajaran buat kita semua untuk selalu berhati hati pada saat akan melintasi perlintasan kereta api baik yang dijaga ataupun tidak dengan selalu melihat kiri dan kanan. Tentunya buat para penjaga perlintasan kereta api, petugas traffic stasiun dan seluruh karyawan jawatan kereta ap Indonesia lebih memperhatikan kualitas kinerjanya dan menjalankan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan tanggung jawab agar kesalahan baik technical error maupun human error tidk terjadi lagi di masa yang akan datang. Pak Min cuman mau bilang, pemerintah hendaknya lebih mengupayakan agar jalur kereta api yang padat dan dilewati masyarakat agar dkurangi dengan cara diberikan jalan alternatif ( jembatan layang, jembatan penyeberanga, dll). Namanya juga Waton Muni Waton Usul, kalau ada yang ngerasa kesenthil yo wes lah whatever, mudah mudahan ono manfaatnya.

0 comments:

Post a Comment