Friday, July 3, 2009

Indonesian Social Security Card, Do You Have It?




Seumur hidup awak lahir dan tinggal di Indonesia belum pernah punya kartu jaminan sosial atau kalau orang sebrang bilang social security card. Simple sebenarnya, lha wong kartu seperti ktp cuman ada nama dan 9 angka saja kok. Tapi kartu itu sangat berarti buat negeri sebrang sana, kalo' boleh disebut sich negri paman Sam. SS card kalo orang sebrang nyebut, itu wajib dan harus dimiliki setiap orang yang tinggal di sana. Untuk membuka rekening bank sahaja, awak musti menunjukkan KTP atawa state ID card dan SS card. Untuk nyari kerja, mengisi formulir pajak penghasilan, pengajuan kredit barang, even gadai-in barang juga musti nunjukin SS card. Untuk memperoleh SS card cukup dengan datang langsung ke kantor Social Security Administration dengan membawa State ID card atau bukti akte lahir/passport dan dengan melalui proses interview serta pengecekan terhadap yang bersangkutan dari kriminal record sampai perusahaan tempat orang tersebut bekerja dan asal usul keluarga. Untuk anak anak harus didampingi orang tua atau wali dengan menunjukkan akte lahir. Secara otomatis setiap orang yag bekerja pada suatu perusahaan atau instansi pemerintahan baik negeri ataupun swasta dikenakan pajak berupa Social Security Tax, Federal Tax, dan Medicare yang jumlah potongannya tergantung dari state atau negara bagian masing masing biasanya diatas 9% dari total gaji.

Untuk mereka yang tidak mempunyai pekerjaan atau di PHK, orang jompo/disabled people akan mendapatkan jaminan sosial dari negara melalui paket pemberian makanan, uang, pelayanan kesehatan khusus, dll. Itulah salah satu fungsi SS Card dengan segala aturan simplenya yang berlaku untuk setiap warga negri sebrang seumur hidup. Kadang SS card disalahgunakan oleh orng lain yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan nomor Social Security orang untuk bertransaksi atau mencari pekerjaan. Jaminan sosial memang sangat dibutuhkan agar masyarakat terjamin kehidupannya dan tiap tiap individu memiliki kesejahteraan yang merata dengan memperkecil kesenjangan sosial antara yang kaya dan yang miskin berdasarkan pekerjan yang dimiliki atau penghasilan yang diperoleh. Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia identitas yang digunakan untuk mencari kerja adalah KTP dan kadang Kartu Keluarga juga ditanyakan, sedang untuk mengurus KTP diperlukan proses panjang dan bertele tele serta waktu yang lama. Kita harus mendapatkan surat pengantar dari RT kemudian minta tanda tangan ketua RW nextnya ke kelurahan meminta tanda tangan kepala desa, trus terakhir ke Kecamatan dan prosespun dimulai. Untuk hasilnya paling cepet 3 hari, paling lama ya bisa berbulan bulan. Identitas lainnya yang sering dicari adalah SIM atau surat ijin mengemudi. Sama prosesnya dengan mencari KTP hanya saja ada tambahan tanda tangan dari kepala Koramil dan kemudian dibuatkan reference letter untuk dibawa ke Samsat kabupaten. Tentunya semua proses itu membutuhkan waktu dan biaya, dan biayapun bisa lewat pintu belakang alias nembak. Awal tahun 2009 ini awak dapat kabar dari bokap suruh bikin NPWP biar kalau jalan jalan ke negri sebrang gak kena fiskal. Jadi tambah satu kartu identitas milik negaraku ini, yaitu Passport, KTP, SIM A, dan NPWP. Sepertinya karena KTP jaman dahulu nembak cuman bayar 20 ribu ternyata di KTP tertulis pekerjaan awak sebagai buruh harian lepas, akhirnyalah awak dianggap tidak eligible untuk bayar pajak, hanya saja wajib lapor tiap tahun it's not really big deal. Kalau Social Card sepertinya kok tidak ada di awak ya? Ada yang punya tidak temen temen nie?

Sebagai gambaran sahaja, terlihat jelas di jakarta misalnya, banyak orang miskin yang memakai areal sekitar rel kereta api untuk tempat tinggal. Gak kebayang kalau di era milenium ini masih ada rakyat miskin yang masih tinggal ditempat yang tidak layak, ada yang di kolong jembatan, pinggir kali, dan jalur rel kereta api. Sebenernya duit negara itu buat apaan sich? Mestinya rakyat itu mikir kalau memang benar benar pemerintahan yang sekarang ini gak ada progress kemajuannya, ngapain dilanjutin... Kalau dilihat sich kancah politik Indonesia cuman berdasarkan azas kekuasaan sahaja. Yang pengen jadi presiden orangnya itu itu saja, obral janji sana sini, nge-Claim keberhasilan bangsa karena kerja dia, semua tampak BULLSHIT sahaja. Awak tuch sampai heran dengan istilah kontrak politik, menjual impian, sekolah gratis, dsb…. yang REAL sahaja lah… paling endingnya juga sapa sahaja yang memimpin negeri ini pasti ingin menguasai kekayaan negara seperti Jaman Pak Harto dulu. Kerjaan pejabat hanya seputar korupsi dan umbar janji. Yang benar benar kerja untuk rakyat ditekan dan dibuang, yang ada hanya ' halah...gampang, bisa diatur itu...'.

Pengennya sich punya negara yang bener bener 100% bersih birokrasinya, PNS yang melayani sepenuh hati dan menunjukkan kerja yang benar benar melayani rakyat, serta kekayaan alam Indonesia yang dikuasai negara dan digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyatnya. Jaminan kesejahteraan sosial sepertinya kok gak berlaku di Indonesia. Penggalakan bayar pajak kepada seluruh warga negara Indonesia juga baru baru ini saja, padahal gimana bangsa mau maju kalau gak ada biaya buat membangun infrastruktur, pelayanan publik, jaminan kehidupan layak bagi seluruh masyarakat, dan fasilitas layanan publik lainnya yang dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu, awak pengen ngajak semua sahaja untuk bayar pajak lah, mudah mudahan sahaja awak berharap Social Security Card Indonesia itu bernama NPWP, yang kedepannya dapat digunakan oleh seluruh perusahaaan swasta maupun BUMN untuk memotong langsung pajaknya dengan mengaplikasikan form berdasar input nomor NPWP. That'll be Awesome, and i really sure that Indonesia will get better sooner and rakyatnya jadi sejahtera, Gemah Ripah Loh Jinawi, pokokke sesuai karo opo sing diomongke Pak Min lah. He… namanya juga waton muni waton usul, bebas to??? What you guys think about it? Tell us wha you think using our comment form!

0 comments:

Post a Comment